Pengait kata (tags) tulisan ‘ semesta

26
Mei
08

“National Awakening”

“celebrating 100 years of national awakening”

“bangsa” seperti apa sih yang diperingati “kebangkitan”-nya? lantas “kebangkitan” seperti apa yg sebenarnya yang bisa di pahamkan kita? bukannya bertujuan untuk sekedar menambahi dg partai membolak-balik kata. ada hikmah tersembunyi di sebalik lontaran kata ini…

“bangsa”, gak usahlah kita jelaskan arti secara gramatikal-leksikal silakan cari sendiri di kamus de! saya akan coba mengupas dari sisi ini dan itu bahwa secara alam diri, pengertian “bangsa” secara arti meluas justru akan kembali ke “diri”… koq bisa ya?

wahadzal balaadil amin” dan demi kota/negeri yg aman (QS. At Tiin 3)

balaad-negeri-kota-bangsa... emang-nya seperti apa seeh, “aman” yang dimaksud? apakah sekedar sebuah kota ato negeri yg ada di muka bumi ini? kek-nya gak tuh… bahkan kota2 besar di negara arab, yg notabene asal islam, malahan jadi sasaran kekejian konspirasi zionis-amrikis.

Lanjutkan membaca ‘“National Awakening”’

12
Mei
08

Mutiara Kata

Jika keberadaan ‘aku’ pribadiku belum diketahui hakikatnya, bagaimana mungkin mengetahui hakikat ‘Aku’ semesta? Dan jika hakikat ‘Aku’ semesta belum diketahui, bagaimana ‘aku’ bisa sampai kepada-Nya?

Orang-orang yang menuju ke Dia, ‘wajib’ meninggalkan segala sesuatu yang bukan Dia. Semakin kuat perasaan dan pikiran kita mencintai segala yang kita anggap milik kita, maka semakin kuat pula tingkat kepahitan yang harus kita telan.

Hakikat dunia adalah “penjara” yaitu tempat hukuman bagi Adam dan Hawa setelah melanggar perintah dan larangan Allah. Ad-dunya maknanya adalah dekat atau singkat. Bagi yang sudah “bangun” tidak pantas jika menjadikan dunia sebagai hunian yang menyenangkan apalagi sampai membangun mahligai kekuasaan dan kekayaan turun temurun seolah dunia adalah hunian abadi!