Pengait kata (tags) tulisan ‘ hikmah

06
Mar
09

Maulid Nabi 2009, sebuah perspektif wacana

Melihat fenomena bangsa Indonesia dewasa ini, menjelang pemilihan pimpinan nasional dan legislatif, mengingatkan saya kepada terjadinya peristiwa penyerangan Ka’bah oleh pasukan Abrahah dengan pasukan gajahnya. Dapatkah kedua peristiwa berkaitan? Tentu saja! Tergantung dari mana sudut pandang kita dalam melihatnya.

Baiklah, peristiwa penyerangan Baitullah tersebut tepat pada saat kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW , disebut juga tahun gajah -red-, saya akan mencoba melihat dengan kacamata pandang saya yang naïf ini. Tahun 2009 ini umat Islam merayakan kelahiran Nabi terbesar sepanjang sejarah umat manusia, pada tanggal 12 Rabiul Awal, dimana pada tahun ini jatuh pada hari senin, tanggal 10 Maret 2008. Di tahun inilah kesamaan hari peringatan dengan hari kelahiran Beliau, yakni hari Senin.

Lanjutkan membaca ‘Maulid Nabi 2009, sebuah perspektif wacana’

05
Feb
09

Singasana Sultan

Alkisah ada seorang “tua” sebut saja namanya Bahlul, datang ke istana Sultan Harun Ar Rasyid. Kebetulan pada saat itu Sultan sedang bepergian melawat keluar istana. Begitu melihat kursi singasana kosong, dia ingin mencoba duduk di atasnya. Karuan saja pengawal mencak-mencak dan menganggap orang ini “gila” alias “kurang waras” karena berani-beraninya duduk di singasana kehormatan sultan, kemudian menangkap serta menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi.

Tentu saja dihujani dengan pukulan para pengawal, Bahlul merasa kesakitan dan akhirnya menangis menahan pedih dan sakitnya dipukul para pengawal. Untung tidak berapa lama Sultan kembali dari lawatannya. Begitu melihat ada seseorang yang dipukuli para pengawalnya, Sultan segera memerintahkan untuk menghentikannya. Lanjutkan membaca ‘Singasana Sultan’

20
Jan
09

15 Sya’ban

Pada malam 15 Sya’ban, “buku” catatan amal yang merekam semua amalan manusia, baik yang buruk atau baik diangkat/diambil untuk digantikan dengan yang baru. Dengan melakukan amalan ibadah seperti diatas, kita mengharapkan agar “rekap catatan amal” selama setahun silam dapat terisi dengan amalan baik, dan agar dapat diputihkan segala kekurangan dan dosa kita selama setahun silam. Kita bertaubat pada malam yang mulia tersebut dengan sebenar taubat ( taubat nasuha ). Juga dengan mengisi beribadah pada malam tersebut, kita berharap agar “buku catatan amal” yang baru pada lembar pertamanya terisi dengan hal-hal yang baik agar dapat berkelanjutan pada hari-hari berikutnya.

Lanjutkan membaca ‘15 Sya’ban’