Kebenaran yang kau dakwakan
Seharusnya dan selayaknyalah
Dibuktikan dengan sebuah penyaksian
Melalui pandang mata-bathinmu
Bahwa arogansi madzab
Yang telah kau ikuti dari moyangmu
Telah menjadikanmu jumud
Beku dan membatu
Lanjutkan membaca ‘Kemana Dirimu Hendak Menuju?’
Pengait kata (tags) tulisan ‘ gusti
Kemana Dirimu Hendak Menuju?
Melihat fenomena bangsa Indonesia dewasa ini, menjelang pemilihan pimpinan nasional dan legislatif, mengingatkan saya kepada terjadinya peristiwa penyerangan Ka’bah oleh pasukan Abrahah dengan pasukan gajahnya. Dapatkah kedua peristiwa berkaitan? Tentu saja! Tergantung dari mana sudut pandang kita dalam melihatnya.
Baiklah, peristiwa penyerangan Baitullah tersebut tepat pada saat kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW , disebut juga tahun gajah -red-, saya akan mencoba melihat dengan kacamata pandang saya yang naïf ini. Tahun 2009 ini umat Islam merayakan kelahiran Nabi terbesar sepanjang sejarah umat manusia, pada tanggal 12 Rabiul Awal, dimana pada tahun ini jatuh pada hari senin, tanggal 10 Maret 2008. Di tahun inilah kesamaan hari peringatan dengan hari kelahiran Beliau, yakni hari Senin.
Lanjutkan membaca ‘Maulid Nabi 2009, sebuah perspektif wacana’
Khusyu’
Adakah wirid tertentu sebagai perantara Agar sholat kita mendapatkan khusyu’ Adakah doa yang kita baca Agar sempurna mendapatkannyaTetapi ibarat suatu hadiah Apabila GUSTI berkenan Menganugerahkan kepada kita Sekeras apapun usaha kita Tiada arti tanpa Kehendak-NYA Bila itu terjadi Bersyukurlah saudaraku
Bila setiap lafadz dan napasmu Berarti adalah wiridmu
Risalah awal
Gugusan bintang hiasi langit malam Semilir lembut angin membelaiku Saat terjaga dari lamunan Teringat hanyalah diriMu Hempasan gelombang samudera Memecah dibukit karang Terkunci lidahku kelu terasa Mengucap bisik rinduku kasih Melemah gontai langkah Menanti uluran tangan cintaMu Melayang rasa angan Mengharap lambaian kasihMu Bimbinglah daku Tuhan Menemukan hakikat cintaMu Tuntunlah daku Tuhan Agar beroleh kasihMu
Restu dan Ridha-MU
Kemurahan-NYA tercurah kepadaku Kemuliaan-NYA ternampak dihadapanku Malam-malam berlalu dengan selimut keagungan-MU Siang berjalan dengan Asma-MUTapi masih aku mencari Keridhaan-MU Aku memuja dan menyembah-MU Walaupun begitu berat rintangan Dari kenafsuan diri Dari kebodohan dan ketidaktahuan Dari kenaifan tingkah laku Semua itu hanyalah Penambah bukti
Bahwa aku hanyalah seorang hamba-MU Yang mengharap restu dan ridha-MU

Komentar