derajat emosi 17/08/2010
Posted by risalah salik in Sufism.add a comment
kebanyakan binatang dan makhluk jika bersuara,
maka mereka berdoa dan berdzikir.
melantunkan pujian kepada Tuhannya.
misalnya unta, lebah…
tetapi bagi binatang keledai,
bukan untuk berdoa atau melantunkan puji-pujian.
binatang ini hanya bersuara pada saat dua kesempatan.
yakni jika merasa lapar dan merasa ingin kawin!
inilah yg Syaikh Jalaludin Ar Rumi berkata,
“manusia yang didalam hatinya tidak ada tempat bagi cinta kepada Tuhan,
sesungguhnya derajatnya lebih rendah daripada keledai”
…”orang yang emosi kuatnya seperti emosi keledai,
lebih rendah derajatnya dari keledai,
kalau engkau tak tau jalan.
maka lakukanlah
kebalikan dari yang diinginkan keledai!”
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.
Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
(Luqman 19)

Merdeka? 16/08/2010
Posted by risalah salik in Diari.add a comment
Kau bilang merdeka? Sementara tak kau kenal siapa yang menjajahmu..
Kau bilang dirgahayu? Sedangkan tak kau kenal hari lahirmu..
Jangan-jangan kau sekedar terikut arus eforia kemenangan
Sebuah bangsa di masa lalu nan jaya
Tapi lihatlah bangsamu sekarang ini!
Tengoklah sekitarmu sekarang ini!
Tengoklah dirimu sekarang ini!
Merdeka katamu?
Kalau pejuang memekikkan kata “merdeka”
Itu pasti dengan semangat sepenuh hatinya
Karena perjuangannya mengusir penjajah
Penuh pengorbanan dan berdarah-darah
Saat bendera pusaka dikibarkan
Adakah penghormatan itu kau sertai
Saat proklamasi dikumandangkan
Adakah janji itu ikut kau ikrari
Semoga kita bisa ikut berteriak
Dan mengepalkan tangan kita
Sepenuh hati.. Merdeka!
…17-08-10

