tujuh-belas 24/09/2009
Posted by risalah salik in puisi.add a comment
adalah bilangan [siapa bilang itu makanan...?]
adalah perlambang [adakah yg disembunyikan...?]
adalah shalat [dalam keseharian...]
adalah merdeka [bila telah menguasainya...]
satu dan tujuh
diri dan anggotanya
diri dan nafsunya
diri dan atributnya
tujuh langit tujuh bumi
semua menunggu merdeka~mu
hingga kau teriakkan… merdeka!
**dari 17-an
catatan tentang ‘batu’ 22/09/2009
Posted by risalah salik in Tafakur Hati, Tafsir Sufi.5 comments
Beberapa butir batu mulia itu akhirnya berhasil kudapatkan. Setelah melalui perjuangan yg cukup panjang, menyisakan bekas-bekas sayatan luka di sekujur tubuh. Ada yg dihibahkan langsung dari pemiliknya, ada pula beberapa yg diberikan begitu saja oleh mereka yg berbaik hati, untuk berbagi.
Tetapi kebanyakan batu itu tidak begitu saja kudapatkan. Kadang-kadang aku menjumpai begitu banyak batu-batu imitasi yg sangat mirip dengan aslinya. Bahkan setelah kuperhatikan dengan cermat, ternyata cuma batu hitam yg mulanya nampak berkilau tetapi lama kelamaan menghilang kemilaunya terkikis arus waktu. (lagi…)
catatan mudik 17/09/2009
Posted by risalah salik in Diari.Tags: minal aidzin, mudik
2 comments
ramadhan mendekati usai… saatnya umat islam mempersiapkan datangnya sebuah hari kemenangan. dari sebuah perjuangan luar biasa dahsyat melawan hawa nafsu, melalui tempaan rasa lapar dan dahaga siang hari. melewati fase-fase tertentu yg jg mengandung makna tidak kurang dahsyatnya. sebuah bulan yg menjadi penawar dari kesebelas bulan lainnya. saat turunnya petunjuk bagi umat manusia, dan yg tidak kalah pentingnya adalah saat turunnya malam kemuliaan, yakni ‘malam seribu bulan’.
benarkah? adakah degradasi pemaknaan perayaan hari besar itu sekarang telah terjadi seperti yg ditengarai beberapa pihak? bahwa semakin sedikit umat islam yg benar2 menemukan makna hakiki dari kemenangan besar itu? semoga tidak demikian adanya. dan semoga pelaksanaan ibadah puasa tahun ini benar2 tercapai, yakni mengembalikan diri manusia kepada fitrahnya yg bersih suci, bagaikan bayi yg baru lahir. (lagi…)

