01
Jun
09

Aku Berhenti Bertanya!

aku berhenti bertanya
pada bebatuan di sekitarku
karena batu tidak bisa menjawab
karena batu, tuli, bisu dan buta

lantas kuberanjak melangkah
mencari jawaban yang kucari
adakah selain bebatuan
tersisa mutiara diantaranya

ternyata butir mutiara itu
tidaklah berada di hamparan tanah
kilau mutiara itu berada di sebuah samudera
dengan kedalaman tak terkira

kuberaikan diri mencebur
disela bebatuan karang
menantang gelombang
memeluk badai

sepenggal puisi ini menceritakan sebuah perjalanan ruhani seorang salik yg menimbulkan banyak pertanyaan tentu saja membutuhkan referensi2 jawaban untuk menjelaskannya… pada saat ia menemukan sesuatu masalah pelik, bertanyalah ia kepada para ahli dibidangnya. bila seorang salik hendak bertanya, tentulah kepada para ahli dlm bidang agama bukan? tetapi setiap menemukan sumber referensi untuk menemukan jawaban, seolah bagaikan batu… mereka tidak bisa menjawabnya dengan jelas, seperti yg diharapkannya.

setelah sekian lama berjalan mencari nilai2 sebuah kebenaran, sampailah salik itu kepada kesimpulan, bahwa ibaratnya sebutir mutiara… tempatnya adalah di kedalaman samudera. bukan tergelar di atas tanah, dimana setiap orang dengan mudah akan meraihnya. untuk mendapatkannya, tentu saja salik itu harus mencebur ke dalamnya. samudera yg dalam, dengan ombak2nya yg ganas dan badai di tengah2nya.

bahkan setelah sekian lama dalam usaha pencarian butir demi butir mutiara itu, tidak dirasakan olehnya bahwa ia telah menjadi akrab dengan kehidupan samudera itu sendiri. berkawan akrab dengan tajamnya karang, amukan badai, hingga keindahan dasar laut yang tak terjamah kebanyakan manusia.


0 Tanggapan ke “Aku Berhenti Bertanya!”



  1. No Comments Yet

Tinggalkan Balasan