Alkisah ada seorang “tua” sebut saja namanya Bahlul, datang ke istana Sultan Harun Ar Rasyid. Kebetulan pada saat itu Sultan sedang bepergian melawat keluar istana. Begitu melihat kursi singasana kosong, dia ingin mencoba duduk di atasnya. Karuan saja pengawal mencak-mencak dan menganggap orang ini “gila” alias “kurang waras” karena berani-beraninya duduk di singasana kehormatan sultan, kemudian menangkap serta menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi.
Tentu saja dihujani dengan pukulan para pengawal, Bahlul merasa kesakitan dan akhirnya menangis menahan pedih dan sakitnya dipukul para pengawal. Untung tidak berapa lama Sultan kembali dari lawatannya. Begitu melihat ada seseorang yang dipukuli para pengawalnya, Sultan segera memerintahkan untuk menghentikannya. Lanjutkan membaca ‘Singasana Sultan’

Komentar