Arsip untuk Februari, 2009

05
Feb
09

Singasana Sultan

Alkisah ada seorang “tua” sebut saja namanya Bahlul, datang ke istana Sultan Harun Ar Rasyid. Kebetulan pada saat itu Sultan sedang bepergian melawat keluar istana. Begitu melihat kursi singasana kosong, dia ingin mencoba duduk di atasnya. Karuan saja pengawal mencak-mencak dan menganggap orang ini “gila” alias “kurang waras” karena berani-beraninya duduk di singasana kehormatan sultan, kemudian menangkap serta menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi.

Tentu saja dihujani dengan pukulan para pengawal, Bahlul merasa kesakitan dan akhirnya menangis menahan pedih dan sakitnya dipukul para pengawal. Untung tidak berapa lama Sultan kembali dari lawatannya. Begitu melihat ada seseorang yang dipukuli para pengawalnya, Sultan segera memerintahkan untuk menghentikannya. Lanjutkan membaca ‘Singasana Sultan’

02
Feb
09

Sayap Rajawali

Sayapku patah, tercerabut bulu-bulunya, terserak memenuhi permukaan bumi. Pedih terasa menghimpit, meremukkan tulang-tulang ini. Terkulai tak berdaya, memandang angkasa yang masih luas membentang. Pelangi masih di tempatnya semula. Awan gemawan masih berwarna putih keperakan dan berarak pelan seolah menungguku untuk memeluknya. Sekejap pun tak hendak berlalu, meninggalkanku terkapar di bumi ini.

Di sekitarku terbentang hamparan ilalang bersemak merimbun. Bebatuan tergelar di atas tanah gersang. Angin kemarau bertiup, membawa angin utara. Panas melembabkan napas makhluk. Tersengal napasku membisikkan kata kerinduan, kepada sarang di puncak tebing di sana, yang masih jua tak tersentuh kebanyakan makhluk bumi.

Lanjutkan membaca ‘Sayap Rajawali’