40 *empat-puluh* 30/01/2009
Posted by risalah salik in Tafakur Hati.Tags: doa, kesadaran jiwa, tafakur, tahlil
1 comment so far
ada apa dengan angka 40? kenapa sering kali kita menemukannya di siklus biologi, usia janin, rentang amalan dzikir, dlsb? apakah makna dibalik angka ini ya?? pengen tau gak ya…
coba qt buka satu2….
ada empat elemen di alam, yakni angin, bumi, api dan air. demikian pula manusia, keempat elemen ini berada di dalam tubuh.
I’m back 25/01/2009
Posted by risalah salik in Uncategorized.add a comment
hampir 7 bulan offline, jd gak inget kalo aq punya blog ini…. hehehe . iseng2 OL trus buka thunderbird, waduuh… sekarung imel siap di delete! =)
Insya Allah, jikalau Tuhan berkehendak… akan kulanjutkan coretan2 di blog ini.
best regards
5 minutes later 24/01/2009
Posted by risalah salik in Jurnalistik.Tags: blajar nyetir
2 comments
pagi itu, ditengah keramaian jalan menjelang pukul 7 …. perempatan kecil itu disesaki pengguna jalan. anak2 sekolah berlomba dengan waktu untuk menuju sekolahannya. pekerja bergegas menuju tempat kerjanya. sementara aq di tepi jalan menunggu seorang teman.
rekaman kejadian di memori otakku ini masih saja berbekas, saat itu sebuah sedan berada di tengah perempatan muncul dari arah timur, lantas berhenti ditengah2 jalan… hey!! jgn2 orang mabuk ini… batinku berburuk sangka. astaghfirullah!
15 Sya’ban 20/01/2009
Posted by risalah salik in Sufism, Tasbih, Untaian Hikmah.Tags: hikmah
add a comment
Pada malam 15 Sya’ban, “buku” catatan amal yang merekam semua amalan manusia, baik yang buruk atau baik diangkat/diambil untuk digantikan dengan yang baru. Dengan melakukan amalan ibadah seperti diatas, kita mengharapkan agar “rekap catatan amal” selama setahun silam dapat terisi dengan amalan baik, dan agar dapat diputihkan segala kekurangan dan dosa kita selama setahun silam. Kita bertaubat pada malam yang mulia tersebut dengan sebenar taubat ( taubat nasuha ). Juga dengan mengisi beribadah pada malam tersebut, kita berharap agar “buku catatan amal” yang baru pada lembar pertamanya terisi dengan hal-hal yang baik agar dapat berkelanjutan pada hari-hari berikutnya.
Sebuah Visi 16/01/2009
Posted by risalah salik in Spiritual-Experiences, Sufism, Tafakur Hati, Untaian Hikmah.add a comment
Selepas shalat subuh berjamaah, akhirnya kami berempat masih melanjutkan perbincangan. Sama sekali tidak ada perasaan ngantuk ataupun lelah, setelah semalam bertafakur bersama. Hanya tersisa keharuan di dalam hati, yang masih kurasakan seperti saat shalat tadi. Entah bagaimana perasaan ketiga saudara-ku itu, tentunya mereka telah larut ke dalam suasana yang dirasakan masing-masing.
“Begitulah, peristiwa pandangan mata bathin anda itu, kalau kita tafakuri sangatlah luar biasa. Bahwa selama shalat hingga berakhirnya lantunan dzikir tadi, secara langsung telah menjadikan sebuah visi atas laku perjalanan yang telah dan akan anda mulai. Begitu melangkahkan kaki, pantang untuk berpaling dan berbalik. Tetapi ingatlah hanya sedikit manusia yang berani menempuh jalan ini. (lagi…)
