12
Mei
08

Mutiara Kata

Jika keberadaan ‘aku’ pribadiku belum diketahui hakikatnya, bagaimana mungkin mengetahui hakikat ‘Aku’ semesta? Dan jika hakikat ‘Aku’ semesta belum diketahui, bagaimana ‘aku’ bisa sampai kepada-Nya?

Orang-orang yang menuju ke Dia, ‘wajib’ meninggalkan segala sesuatu yang bukan Dia. Semakin kuat perasaan dan pikiran kita mencintai segala yang kita anggap milik kita, maka semakin kuat pula tingkat kepahitan yang harus kita telan.

Hakikat dunia adalah “penjara” yaitu tempat hukuman bagi Adam dan Hawa setelah melanggar perintah dan larangan Allah. Ad-dunya maknanya adalah dekat atau singkat. Bagi yang sudah “bangun” tidak pantas jika menjadikan dunia sebagai hunian yang menyenangkan apalagi sampai membangun mahligai kekuasaan dan kekayaan turun temurun seolah dunia adalah hunian abadi!


0 Tanggapan ke “Mutiara Kata”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan