jump to navigation

Tafakur ngeblog+adsense+duit 28/05/2008

Posted by risalah salik in Diari.
Tags: , , , , ,
7 comments

emang semuanya bisa kita tafakuri koq, kalopun qt bisa “klik” minjem istilahnya my “soulmate-Q” dg semua perihal yg kita hadapi sehari2 kan no problem kan? sy sebenernya udah lama pengen nulis masalah “adsense” di dunia ngeblog, tapi karena masih membiasakan diri untuk rajin2 posting, yah… keknya kudu ditulis ajah de sekarang. dunia adsense yg udah diakrabi oleh temen2 angkring sebenernya udah lama sy tertarik. cuma krn ribet n gak dpt banyak $$$ dari sini, jadi males ah! biar ladang ini dicangkul sm mereka ajah. sapa tau ntar ditraktir.

(lagi…)

“National Awakening” 26/05/2008

Posted by risalah salik in Tafsir Sufi.
Tags: , , , , , , ,
add a comment

“celebrating 100 years of national awakening”

“bangsa” seperti apa sih yang diperingati “kebangkitan”-nya? lantas “kebangkitan” seperti apa yg sebenarnya yang bisa di pahamkan kita? bukannya bertujuan untuk sekedar menambahi dg partai membolak-balik kata. ada hikmah tersembunyi di sebalik lontaran kata ini…

“bangsa”, gak usahlah kita jelaskan arti secara gramatikal-leksikal silakan cari sendiri di kamus de! saya akan coba mengupas dari sisi ini dan itu bahwa secara alam diri, pengertian “bangsa” secara arti meluas justru akan kembali ke “diri”… koq bisa ya?

wahadzal balaadil amin” dan demi kota/negeri yg aman (QS. At Tiin 3)

balaad-negeri-kota-bangsa... emang-nya seperti apa seeh, “aman” yang dimaksud? apakah sekedar sebuah kota ato negeri yg ada di muka bumi ini? kek-nya gak tuh… bahkan kota2 besar di negara arab, yg notabene asal islam, malahan jadi sasaran kekejian konspirasi zionis-amrikis.

(lagi…)

Kesadaran seperti apakah yang kita punya… 26/05/2008

Posted by risalah salik in Diari.
Tags:
2 comments

semata riap2 permukaan ladang pemahaman insan. betapa banyak untaian huruf yang terangkai, tak jua melahirkan kesejukan… jutaan kali bahkan tersimak hanya di lisan2 menyisakan hanya remah2 ceceran penafsiran semu!

mereka hanya mahir melahirkan angan. tak kunjung hendak beranjak… seakan terseoknya langkah diri karena bukan kehendak sang jiwa. betapa naifnya kesadaran jiwa yg tak tercerahkan”. seperti burung gagak yang tak hendak bepergian jauh. sekedar memunguti serpihan2 kecil remahan roti basi di pinggir ladang. ataukah menjadi seperti kesadaran burung merak-kah? suka memamerkan bulu2 indahnya, demi sekedar tepuk pujian tak berbekas-kan…

(lagi…)

Kerja Ibadah 25/05/2008

Posted by risalah salik in Tafakur Hati.
Tags: , , ,
add a comment

“…wong ndonga ra leren-leren jroning kerjo,…wong kerjo jroning pandonga”

“orang berdoa tiada henti-henti didalam pekerjaannya, orang bekerja didalam doanya”. sebaris lagu ini, seolah mengingatkan sy bahwa batas antara ibadah-doa dengan pekerjaan telah melebur, menghapus batas2 nya. bila telah menemukan makna di balik tautan dua kata ini; “kerja-ibadah”. seperti apaan seeh?

tentunya terlebih dahulu sejenak ingatkan diri kita yg kebanyakan sangat pelupa ini… kenapa orang bilang bahwa bekerja adalah ibadah! bekerja yg seperti apa-kah? apakah bekerja di yayasan sosial keagamaan? bekerja di departemen agama mungkin? nggak-lah! kalo geto ntar gak ada lagi yg bekerja di kantor developer, kantor bea cukai, kantor pajak, dll. ntar semuanya memilih kerja di tempat2 bekerja yg “islami” en yg bernuansa agamis dunk! hehehe…

(lagi…)

Khusyu’ 12/05/2008

Posted by risalah salik in Tasbih.
Tags: , , , , ,
3 comments
Adakah wirid tertentu sebagai perantara
Agar sholat kita mendapatkan khusyu’
Adakah doa yang kita baca
Agar sempurna mendapatkannya
Tetapi ibarat suatu hadiah
Apabila GUSTI berkenan
Menganugerahkan kepada kita
Sekeras apapun usaha kita
Tiada arti tanpa Kehendak-NYA
Bila itu terjadi
Bersyukurlah saudaraku
Bila setiap lafadz dan napasmu
Berarti adalah wiridmu
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.