Alam Rindu 28/05/2011
Posted by risalah salik in puisi.add a comment
semesta tak lagi tersipu,
seperti biasanya yg malu2,
jalanan tak lagi menyaru,
seperti biasanya sambil lalu..
karena ada engkau di balik batu,
tergeletak meringkuk ragu,
karena ada engkau di balik candu,
mengerjap jenaka ingin tahu..
hurufku menggantung di langitmu,
tak mampu jadi kata rindu,
rinduku melangit di sapamu,
merupa tanda rambu..
berlalu,
melembut beludru,
hangat melagu,
memeluk pilu..
*mei 2011
hujan 03/04/2011
Posted by risalah salik in puisi.2 comments
berbatang-batang rindu tlah kubakar,
mengasap baranya.
bercawan-cawan cinta tlah kuminum,
meluruh pekatnya.
tapi masih saja rinduku mengabut,
tapi tetap saja cintaku menghujan,
menebal..
menderas..
*april’11
derajat emosi 17/08/2010
Posted by risalah salik in Sufism.add a comment
kebanyakan binatang dan makhluk jika bersuara,
maka mereka berdoa dan berdzikir.
melantunkan pujian kepada Tuhannya.
misalnya unta, lebah…
tetapi bagi binatang keledai,
bukan untuk berdoa atau melantunkan puji-pujian.
binatang ini hanya bersuara pada saat dua kesempatan.
yakni jika merasa lapar dan merasa ingin kawin!
inilah yg Syaikh Jalaludin Ar Rumi berkata,
“manusia yang didalam hatinya tidak ada tempat bagi cinta kepada Tuhan,
sesungguhnya derajatnya lebih rendah daripada keledai”
…”orang yang emosi kuatnya seperti emosi keledai,
lebih rendah derajatnya dari keledai,
kalau engkau tak tau jalan.
maka lakukanlah
kebalikan dari yang diinginkan keledai!”
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.
Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
(Luqman 19)

Merdeka? 16/08/2010
Posted by risalah salik in Diari.add a comment
Kau bilang merdeka? Sementara tak kau kenal siapa yang menjajahmu..
Kau bilang dirgahayu? Sedangkan tak kau kenal hari lahirmu..
Jangan-jangan kau sekedar terikut arus eforia kemenangan
Sebuah bangsa di masa lalu nan jaya
Tapi lihatlah bangsamu sekarang ini!
Tengoklah sekitarmu sekarang ini!
Tengoklah dirimu sekarang ini!
Merdeka katamu?
Kalau pejuang memekikkan kata “merdeka”
Itu pasti dengan semangat sepenuh hatinya
Karena perjuangannya mengusir penjajah
Penuh pengorbanan dan berdarah-darah
Saat bendera pusaka dikibarkan
Adakah penghormatan itu kau sertai
Saat proklamasi dikumandangkan
Adakah janji itu ikut kau ikrari
Semoga kita bisa ikut berteriak
Dan mengepalkan tangan kita
Sepenuh hati.. Merdeka!
…17-08-10

“ayam jago” 17/06/2010
Posted by risalah salik in Uncategorized.add a comment
ayam jantan adalah sebuah kebanggaan,
bulunya yang mengkilap berkilau seakan pakaian kebesaran
sebuah pakaian yang menutupi aib si pemilik tubuh
tapi jika sang ayam jago kehilangan bulu-bulu indahnya
apa yang terjadi?
ayam jantan kehilangan jubah kebesarannya
pakaian yang tanggal terlepas kan membuka aibnya
pakaian apakah itu,
ingatlah dengan nasehat para orang tua kita…
“janganlah engkau menjadi seperti ayam jantan
yang kehilangan bulu
dan mati kelaparan diatas tumpeng”
bukankah pakaian adalah lambang akhlak
yang menutup jasad menjadi lebih indah berkilau
dengan kemuliaan dan ketinggian budipekerti
serta melindungi manusia dari keburukan jaman
menutupi kelemahan sifat manusia
dari pengaruh buruknya peradaban
tetapi apa yang terjadi jika
di bumi yang kaya akan kemuliaan akhlak
dan penuh dengan tata krama pergaulannya
‘si manusia’ mati merana jiwa spiritualnya
terkapar diatas tumpeng-tumpeng
dan lumbung-lumbung
sumber peradaban mulia
memprihatinkan…

